Wahana penjelajah Mars temukan bukti adanya air pendukung kehidupan.

Sampel tanah yang dianalisis dari area di mana wahana Mars Spirit berhenti pada April 2009 telah mengidentifikasi sejumlah mineral yang meliputi hematit, silika, gipsum, dan feri sulfat. Para ilmuwan Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) percaya bahwa substansi ini muncul ketika cairan dari pencairan salju merembes melalui permukaan dan membawa mineral itu turun beberapa lapis ke bawah kerak Mars. Tanah ini dapat memberikan petunjuk pada area lainnya di Mars, yang juga mungkin mengandung air.
Selain itu, para ilmuwan pernah berpikir bahwa air terbentuk miliaran tahun yang lalu di planet merah ini. Temuan ini, bagaimanapun juga merupakan tanda bahwa cairan itu mungkin telah terbentuk dalam beberapa ratus ribu tahun yang lalu.
Sungguh temuan menarik, para ilmuwan Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional! Kami ingin segera mendengar lebih jauh tentang asal usul dan evolusi kehidupan di planet tetangga kita.
Pada konferensi video April 2009 di Korea Selatan, Maha Guru Ching Hai mengingatkan bahwa pemahaman lebih jauh akan evolusi Mars dapat bermanfaat dalam mendorong umat manusia mengurus lebih baik Bumi kita yang terancam dan semua kehidupan yang ditopangnya.




Sekitar sepertiga wilayah planet mars diperkirakan adalah lautan ketika 3,5 miliar tahun yang lalu. Hal itu diungkapkan para peneliti dari University of Colorado, Amerika Serikat.


Para peneliti menganalisa sejumlah data-data yang menunjukkan bukti adanya laut. Mereka menganalisa fitur air termasuk nilai dari deposit delta dan ribuan jalur lembah sungai untuk menguji adanya samudra pada masa awal pembentukan Mars.

Xinhua, Selasa (15/6/2010), para peneliti menganalisa dengan menggunakan sistem informasi geografi (GIS) untuk memetakan kondisi geografis di Mars. kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa sekira 36 persen wilayah planet tersebut merupakan wilayah perairan dengan jumlah sekira 30 juta mil kubik atau sekira 124 juta kilometer kubik air.

Jumlah debit air di masa mars kuno terbentuk hingga ketinggian sekira 1.800 kaki atau 550 meter. Namun, lautan di Mars kuno masih jauh dari jumlah wilayah perairan di bumi. Wajar saja mengingat mars memang berukuran lebih kecil dibandingkan bumi.


Hasil penemuan yang dipublikasikan di jurnal Nature GeoScience ini Laut ini juga menemukan bahwa mars memiliki sekira 52 delta sungai yang masing-masing terdiri atas beberapa lembah.

'Ketika laut di Bumi mulai terbentuk, delta dan danau di bumi berfungsi sebagai pelindung habitat laut, kemungkinan nantinya kami akan mempelajari kemungkinan adanya kehidupan di planet tersebut,' kata seorang peneliti Dr Gaetano Di- Achille


.

China berencana untuk mengurangi emisi dioksin.

 Dalam sebuah laporan yang diterbitkan minggu lalu, Kementerian Perlindungan Lingkungan China menemukan bahwa di tahun 2009, sepertiga dari 113 kota yang disurvei tidak memenuhi standar udara nasional. Dalam upaya untuk meningkatkan kualitas udara, pemerintah telah berjanji untuk mengurangi intensitas emisi dioksin dengan 10% di seluruh industri utama pada tahun 2015.
Lebih dari 10.000 perusahaan, yang paling terlibat dalam pembuatan bahan kimia, baja, dan pembuatan kertas serta pembakaran sampah, harus memasang filter efisien pada sistem pembuangan gas mereka pada pertengahan 2011. Fasilitas yang memancarkan dioksin juga harus melakukan inspeksi tahunan dengan menerbitkan laporan lingkungan dan statistik online terbaru.
Dioksin sangat beracun; ia mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan diketahui menyebabkan kanker. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, hanya sejumlah kecil dioksin yang langsung diserap oleh manusia melalui udara. Sebagai zat yang larut dalam lemak, lebih dari 90% paparan dioksin berasal dari makanan, dengan daging, produk susu, ikan, dan kerang-kerangan mengandung jumlah tertinggi.
China, kami menghargai upaya Anda untuk meningkatkan kesehatan warga dan memulihkan lingkungan. Semoga usaha lingkungan Anda sukses dan agar semua negara dengan cara yang sama berusaha untuk memperbaharui ekosfer demi kepentingan semua makhluk.
Maha Guru Ching Hai telah sering mendorong pemerintah dan juga individu untuk melangkah dengan lebih hati-hati dalam menjaga keseimbangan kehidupan di Bumi, seperti pada konferensi video Mei 2008 di Korea Selatan.
  Di banyak tempat sudah ada larangan penggunaan kantong plastik dan banyak toko kelontong, misalnya, di Amerika, sudah mencoba membatasi penggunaan kemasan berbahaya. Jadi, saya pikir itu adalah permulaan yang sangat bagus, dan mungkin kita harus menerapkan larangan yang lebih ketat atas bahan berbahaya ini. Dan kemudian kita harus berubah. Sekalipun pemerintah tidak membuat larangan apa pun, kita sebagai individu seharusnya memperhatikan. Kita seharusnya menggunakan sesuatu yang kurang beracun, dan menggunakan kantong belanja kita sendiri ke manapun kita pergi, untuk memperkecil, apa pun yang bisa kita lakukan, efek berbahaya terhadap planet ini. Dan daripada menghasilkan polusi pada Bumi, udara kita, kita harus beralih ke energi ramah lingkungan dan energi berkelanjutan. Balikkan semua aksi kita. Pola makan vegetarian - nomor satu. Energi hijau - nomor dua. Semua orang bekerja sama untuk hidup sederhana, dan melindungi lingkungan dan hewan.

Pemanasan Arktik lebih cepat daripada yang diramalkan.

Pemanasan Arktik lebih cepat daripada yang diramalkan.
Pembacaan temperatur terbaru yang dikumpulkan dengan bantuan mamalia laut menyingkap bahwa air di Teluk Baffin, yang menghubungkan Laut Arktik dengan Samudra Atlantik, semakin hangat. Pada kajian ini, para ilmuwan AS yang dipimpin oleh Dr. Kristin Laidre dari Pusat Sains Kutub di Universitas Washington menempatkan alat kecil dengan data pengindraan temperatur dan pemancar satelit pada narwhal, mamalia laut asli dengan tanduk jenis unicorn.
Alat oseanografik mengukur temperatur laut sepanjang musim dingin di Teluk Baffin, area yang belum pernah dapat diukur sebelumnya oleh ahli oseanografi. Dalam penelitian ini, periset menemukan bahwa isoterm, suatu lapisan air permukaan musim dingin yang biasanya melindungi permukaan es laut dari suhu lebih tinggi di bagian bawah, lebih tipis 50-80 meter daripada model iklim yang diramalkan. Ini pada gilirannya memungkinkan air yang lebih hangat bercampur lebih banyak dengan air yang lebih dingin, mempercepat laju pencairan muka es. Para periset juga menemukan bahwa air menjadi lebih hangat 1 derajat Celsius daripada perkiraan mereka sebelumnya.
Terima kasih kami, Dr. Laidre dan para kolega, atas karya dan observasi Anda yang teliti. Mengetahui tentang ancaman terhadap Arktik dan akibatnya yang berpotensi menghancurkan, mari kita segera bertindak untuk menahan perubahan iklim.
Selalu peduli terhadap keseimbangan umat manusia di planet ini, Maha Guru Ching Hai menyoroti implikasi membahayakan dari pemanasan seperti itu, serta solusinya yang paling efisien, sewaktu wawancara yang diterbitkan pada The House Magazine edisi September 2009.
Maha Guru Ching Hai: Menurut Dr. Hansen, planet kita berada dalam perjalanan berbahaya menuju titik-titik kritis yang tak dapat dibalikkan, dengan konsekuensi penuh bencana. Ini telah Anda ketahui, seperti mencairnya es laut Arktik, yang menyebabkan samudra menyerap lebih banyak sinar matahari dan mempercepat pencairanan; dan mencairnya permafrost yang pada gilirannya melepaskan gas metana beracun, menyebabkan lebih banyak pemanasan di atmosfer; dan punahnya spesies dasar yang menyebabkan kehancuran lebih jauh terhadap ekosistem kita yang telah sakit, sehingga membahayakan bahkan lebih banyak spesies, dan terutama, kita manusia. Seiring temperatur yang terus meningkat, metana juga dilepaskan dari permafrost Arktik yang mencair. Umpan balik yang memperkuat ini semakin mempercepat pemanasan global. Karena itu, jika konsumsi daging dihentikan, produksi metana dari peternakan akan diminimalkan, lalu sebagai konsekuensinya, semua metana dari permafrost juga akan terhentikan, maka kita masih akan punya waktu untuk menangani CO2. Itu sangat logis, secara ilmiah dan sebaliknya. Jadi, menjadi vegetarian berarti menyelamatkan planet kita.
4.000 Pulau Indonesia Lenyap Akibat Global Warming

4.000 Pulau Indonesia Lenyap Akibat Global Warming

 
 
Perubahan iklim dewasa ini akibat pemanasan global dapat mengancam keberadaan 4.000 pulau di Indonesia.
Headline Utusan Khusus Kepala Unit Kerja Presiden untuk Pengendalian dan Pengawasan Pembangunan (UKP4) William Sabandar mengatakan perubahan iklim global bisa mengakibatkan naiknya permukaan air laut, dan menenggelamkan 4.000 pulau tersebut.

Menurut dia, ancaman hilangnya 4.000 pulau dari sekitar 17.500 pulau yang dimiliki Indonesia bisa terjadi jika muka air laut naik hingga dua meter.

"Hal ini jelas tidak dapat dihindari jika pemanasan global terus terjadi dan mengakibatkan permukaan air laut menjadi naik seperti yang pernah terjadi ribuan tahun silam saat gunung es mencair," katanya di Makassar.

Dia menjelaskan perubahan iklim saat ini dapat terlihat dari suhu bumi yang mengalami peningkatan rata-rata lebih panas 0,7 derajat celcius dari kondisi 100 tahun yang lalu.

Bahkan, dalam 15 tahun terakhir sejak 1995 hingga 2010 merupakan tahun-tahun terpanas dalam kurun waktu 150 tahun terakhir sejak 1850.

"Telah terjadi perubahan pola hujan yang luar biasa, dan bahkan sulit untuk memisahkan antara musim penghujan dan musim panas," tuturnya.

Perubahan temperatur bumi inilah, kata dia, yang dapat memicu naiknya permukaan air laut, yang membawa ancaman bagi negara kepulauan seperti Indonesia, yang bisa mengakibatkan hilangnya 4.000 pulau.

Menurut dia, untuk meminimalisir kemungkinan tersebut, ada dua hal yang bisa diupayakan yakni dengan mitigasi perubahan iklim dan juga adaptasi perubahan iklim.
 
 
 
 
 
DIKUTIP DARI INILAH.COM 
 
DAMPAK NYATA GLOBAL WARMING

DAMPAK NYATA GLOBAL WARMING

10 BENCANA BESAR AKIBAT GLOBAL WARMING


Written on 21 Maret 2010 – 15:21 | by yoszuaccalytt Apa saja bencana mematikan yang ditimbulkan oleh  global warming ? Beberapa diperkirakan bakal terjadi puluhan tahun ke depan, tapi sebagian lagi  sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Silahkan simak bencana besar yang akan terjadi akibat global warming di bawah ini.  Hal ini bukan untuk menakut-nakuti , tapi mudah-mudahan bikin kita semua tergerak untuk   menjaga  kelestarian  alam  yang hijau.








1. Gletser  Menciut
gletser-cair Gletser adalah daratan yang terbuat dari es. Gletser bakal ikut meleleh dan menciut seiring dengan bertambahnya suhu bumi. Suhu bumi meningkat karena tingginya emisi gas rumah kaca  di atmosfer. Selama tahun 1990- 2005  saja suhu bumi naik 0,15 - 0,3 derajat celcius.  Gletser Himalaya yang memasok air ke sungai Gangga sekaligus menyediakan irigasi dan suplai air minum untuk 500 juta penduduk,menyusut 37 meter pertahun.Gletser di kutub semakin cepat mencair hingga membuat permukaan air laut di bumi naik.

2. Pulau Tenggelam
tenggelamnya-pulau
Indonesia , Amerika Serikat, dan Bangladesh adalah beberapa negara yang paling terancam tenggelam. Bahkan beberapa pulau di Indonesia sudah hilang tenggelam. Ini disebabkan mencairnya permukaan gletser di kutub yang membuat volume air laut meningkat drastis. Menyusutnya hutan bakau memperparah pasangnya air laut.  Sekarang saja pasang air laut  Pantai Kuta telah membanjiri beberapa lobi hotel disekitarnya. Pulau Jawa juga bernasib sama , sampai saat ini permukaan Teluk Jakarta sudah naik 0,8 cm. Dan kalau suhu bumi terus naik , tahun 2050 derah-daerah Jakarta dan Bekasi seperti Kosambi , Penjaringan , Cilincing , Muaragembong , dan Tarumajaya akan terendam.

3. Badai
photo-badai-katrinaBadai memang bisa terjadi karena kehendak alam. Tapi suhu air yang menghangat akibat global warming mendukung terjadinya badai yang jauh lebih kuat dan besar. Beberapa tahun belakangan ini , negara-negara di Eropa, Amerika, dan  Karibia telah mengalami begitu banyak badai dibandingkan abad sebelumnya. Bahkan badai-badai tersebut bukan cuma badai biasa, namun  masuk kategori badai mematikan , seperti badai katrina,badai ike, badai nargis, badai rita,dll.




4. Gelombang Panas
fatamorganaTahun 2003  lalu,  Eropa diserang gelombang panas alias heat wave , yang menewaskan banyak orang. Mengejutkan ! Tapi bencana ini sudah diperkirakan ratusan tahun yang lalu , tepatnya tahun 1900 oleh para ilmuwan di masa itu . Gelombang panas memang pernah  terjad beberapa kali di bumi , namun belakangan ini makin sering terjadi. Dan diperkirakan 40 tahun lagi frekwensinya akan meningkat 100 kali lipat.

5. Kekeringan
keringAfrika, India, dan daerah-daerah kering lainnya bakal menderita kekeringan lebih parah ! Air akan makin sulit di dapat dan tanah tak bisa ditanami apa-apa lagi, hingga suplai makanan berkurang drastis. Ilmuwan memperkirakan hasil tani negara-negara Afrika akan menurun 50 % di tahun 2020 , dan tingkat kekeringan di dunia meningkat 66 % . Tak terbayang kalau kekeringan ini sampai terjadi di bumi ini.



6. Perang dan Konflik

vietnam-war-helicopterNegara yang kekurangan air dan bahan pangan kemungkinan besar akan mengalami panik dan berubah jadi agresif. Lalu bukan tak mungkin mereka berusaha saling merebut lahan yang belum rusak.

7. Penyakit Merajalela
ebola_1Malaria, demam berdarah , ebola , dan banyak penyakit yang dulu cuma di anggap sebagai penyakit negara tropis , bisa menyebar ke berbagai negara  Eropa yang dikenal dingin. Penyebabnya apalagi kalau bukan banjir atau kekeringan yang mengundang banyak hewan pembawa penyakit bersarang disana!!!


8. Perekonomian Kacau
Ladang tani , perkebunan yang biasanya menghasilkan akan musnah ole banjir atau kekeringan. Penduduk akan di buat makin menderita karena stok bahan pangan dan kebutuhan pokok lainnya akan jauh berkurang dan harganya pasti akan melambung naik. Pemerintah juga membutuhkan biaya yang banyak untuk membangun kembali wilayah yang terkena bencana dan menanggulangi penyakit yang mewabah.


9. Ekosistem Hancur
0Perubahan iklim yang terjadi akibat global warming akan menghancurkan ekosistem yang ada. Setelah sebagian mahkluk hidup di bumi musnah akibat bencana kekeringan, banjir , badai, atau ditenggelamkan air laut, mahkluk hidup yang tersisa bakal mengalami kesulitan untuk bertahan hidup. Penyebabnya adalah berkurangnya sumber air , udara bersih, bahan bakar , sumber energi , bahan makanan, obat-obatan yang dibutuhkan untuk survive.
10. Mahkluk Hidup Punah

snn1829a-682_891182a Sebanyak 30 % mahkluk hidup yang ada  sekarang bakal musnah tahun 2050 kalau temperatur bumi terus naik. Spesies yang punah ini kebanyakan yang habitatnya di tempat dingin . Hewan-hewan laut diperkirakan banyak yang tak bisa bertahan setelah suhu air laut jadi menghangat. Kalau tumbuhan dan hewan makin berkurang, jelas manusia akhirnya terancam karena kekurangan bahan makana
Enam Derajat: Masa Depan Kita di Planet yang Semakin Panas

Enam Derajat: Masa Depan Kita di Planet yang Semakin Panas

 Apabila pemanasan global terus berlanjut pada suhu tertentu maka kita akan menghadapi kepunahan. Jadi apa yang sebenarnya akan terjadi apabila bumi terus memanas?
Jurnalis dan penyiar acara lingkungan hidup asal Inggris, Tuan Mark Lynas, melakukan perjalanan selama 3 tahun yang mengelilingi 5 benua untuk menyaksikan berbagai perubahan karena dampak pemanasan global. Dari mencairnya tundra di Alaska, tenggelamnya pulau di Pasifik dari negara bagian dari Tuvalu, dan bertambahnya dataran tandus di pedalaman Mongolia sampai pada lenyapnya lapisan es di Peru dan banjir, serta badai yang menyebabkan erosi di China. Tuan Lynas secara pribadi mengumpulkan semua bukti yang dikumpulkan dalam bukunya mengenai perubahan iklim, High Tide: The Truth About Our Climate Crisis (Gelombang Besar: Kenyataan Mengenai Krisis Perubahan Iklim Kita).
Setelah itu, dalam waktu singkat Tuan Lynas mempelajari lebih mendalam tentang berbagai bukti ilmiah serta rasional mengenai efek pemakaian bahan bakar fosil terhadap iklim, lingkungan, dan kehidupan di planet ini. Beliau menghabiskan waktunya beberapa bulan di perpustakaan ilmiah Radcliffe di Universitas Oxford untuk membaca ribuan buku literatur ilmiah yang telah dianalisa secara mendalam sebelum mempublikasikan buku kejutannya yang kedua, Six Degrees: Our Future on a Hotter Planet (Enam Derajat: Masa Depan Kita di Planet yang Semakin Panas); sebagai media lain untuk membangkitkan kesadaran.
Buku terbarunya secara sistematik membahas perubahan iklim berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian secara ilmiah dengan penggunaan aplikasi komputer tahap lanjut  dan juga pencarian secara palaeoclimatic untuk menelusuri sejarah bumi yang memberikan gambaran akan pemanasan iklim di masa mendatang dan akibat yang akan dihadapi. Selain itu ia juga meneliti periode-periode dari perubahan iklim dramatik sebelumnya melalui proses alami dan meramalkan akan efek menakutkan dari pemanasan global yang akan dihadapi semua kehidupan dan lingkungan di planet ini.
Derajat demi derajat, satu derajat per bab. Enam Derajat disusun berdasarkan “Laporan Perkiraan Ketiga” dari Panel Antar Pemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC) tahun 2001 (http:/www.ipcc.ch). Pada setiap halaman, efek dari peningkatan temperatur di bumi dan lapisan biosfernya digambarkan dalam realitas yang menguatirkan.
Kenaikan suhu 1ºC sampai 3ºC merupakan “titik puncak”, tetapi jika naik sampai pada 6 ºC maka peningkatan ini dapat menyebabkan kepunahan pada hampir semua kehidupan, termasuk manusia! Sulit dibayangkan jika perilaku dari manusia sendiri yang menyebabkan kerusakan dan penderitaan yang tidak diharapkan. Kita telah membahayakan planet ini dan berada di ambang kehilangan momentum apabila kita tidak bertindak secepatnya untuk membatasi efek emisi gas rumah kaca.
Kenaikan Suhu 1 Derajat:
Pada kenaikan suhu 1 derajat, Kutub Utara akan kehilangan es setengah tahun penuh, Atlantik Selatan yang sebelumnya tidak ada badai akan mengalami serangan badai dan di barat AS terjadi kekeringan parah yang mengakibatkan banyak penduduk menderita.
Kenaikan Suhu 2 Derajat
Beruang kutub berjuang untuk hidup saat lapisan es mencair. Lapisan es di Greenland mulai menghilang, sedangkan batu karang menjadi lenyap. Permukaan air laut mengalami kenaikan 7 meter secara global.

Kenaikan Suhu 3 Derajat
Hutan hujan di Amazon mengering dan pola cuaca El Nino bertambah intensitasnya menjadi sesuatu yang biasa. Eropa secara berulang mengalami musim panas yang teramat panas yang sangat jarang terjadi sebelumnya. Jutaan dan milyaran orang akan berpindah dari sub tropik menuju daerah pertengahan garis lintang.
Kenaikan Suhu 4 Derajat
Air laut akan meninggi dan meluap membanjiri kota-kota di daerah pesisir. Menghilangnya lapisan es akan mengurangi banyak persediaan air tawar. Suatu bagian di Kutub Selatan akan tenggelam dan menyebabkan area air yang meluap semakin jauh. Temperatur musim panas di London akan menjadi 45ºC.
Kenaikan Suhu 5 Derajat
Daerah yang tidak bisa dihuni semakin menyebar, tumpukan es dan air tanah sebagai sumber air untuk kota-kota besar akan mengering dan jutaan pengungsi akan bertambah. Kebudayaan manusia akan mulai menghilang seiring dengan perubahan iklim yang dramatik ini. Dalam hal ini kelompok yang kurang mampu sepertinya akan menjadi paling menderita. Tidak ada lagi es yang tersisa pada kedua kutub seiring dengan punahnya bermacam species di lautan dan tsunami dalam skala besar memusnahkan kehidupan dekat pantai.
Kenaikan Suhu 6 Derajat
Pada kenaikan suhu 6 derajat, kepunahan massal sebesar 95% akan terjadi; makhluk yang masih hidup akan mengalami serangan badai dan banjir besar yang terus menerus; hidrogen sulfat dan kebakaran akibat gas metana akan menjadi hal yang biasa. Gas ini berpotensi menjadi bom atom dan tidak ada yang mampu bertahan hidup kecuali bakteri. Hal ini akan menjadi “skenario hari kiamat.”
 
Hal yang lebih menguatirkan adalah karena kompleksnya ekosistem di planet ini, kenyataan akan perubahan iklim ini dapat menjadi lebih buruk dibandingkan dengan perkiraan yang dilakukan secara ilmiah! Prediksi akan efek dari perubahan iklim sangat menguatirkan. Saat menganalisa ulang seluruh data yang ia kumpulkan, Tuan Lynas berpikir, mungkin ia “harus merahasiakan semuanya” karena kebenarannya sangat “menakutkan.” Sebenarnya, beberapa dari perkiraan mulai menjadi kenyataan, sebagai contoh, gelombang panas saat musim panas di Eropa telah mulai mempengaruhi kesehatan manusia, khususnya para manula. Cuaca yang memanas juga menyebabkan malaria dan penyakit lainnya yang bertambah secara regional. Pemanasan global telah membuat lapisan es di China menyusut 7% setiap tahunnya, hal ini dapat berakibat kerusakan yang lebih besar dan memberi efek kepada 300 juta jiwa yang sangat menggantungkan kebutuhan air mereka dari situ. Di India, mencairnya es yang sangat cepat telah menyebabkan 70.000 orang harus pindah dari Pulau Lohachara yang tenggelam, dan kenaikan permukaan laut telah menyebabkan dipindahkannya 20.000 penduduk yang tinggal di dataran paling rendah di Kepulauan Duke of York pada tahun 2000. Pada keadaan yang rentan dari ekosistem serta sistem sosial yang saling terkait satu sama lainnya, planet yang semakin panas juga menyebabkan rantai reaksi yang memicu terjadinya kelangkaan makanan dan air seiring dengan bertambahnya pengungsi sebagai akibat perubahan iklim. 
Akan tetapi, Tuan Lynas tidak berniat membuat pembaca pesimis akan masa depan planet ini. Sebaliknya dia menyampaikan peringatan dini secara jelas dan mendesak perhatian internasional  akan diperlukannya usaha bersama untuk mengatasi pemanasan  global seperti “mengambil tabung pemadam dan memadamkan api.” Tidak diragukan lagi bahwa “api’ tersebut timbul sebagai akibat yang berkaitan dengan perilaku manusia dan berdasarkan analisis data, berbagai jenis emisi yang menyebabkan kenaikan temperature; dan waktu yang tersisa kurang dari 1 dekade saat kenaikan mencapai puncak ‘enam derajat’! Sesuai indikasi yang tercantum di bagan, kita telah mendekati tingkat 2 derajat, dengan demikian pilihan kita satu-satunya adalah bertindak secepat mungkin serta mengurangi emisi karbon dan metana.

Bagan : Kenaikan Suhu dan Emisi Karbon*

PERUBAHAN SUHU
TEMPERATUR YANG BERUBAH DALAM CELSIUS
JUMLAH CO2
Satu Derajat
0,1- 1,0ºC
350ppm (Level saat ini 380ppm)
Dua Derajat
1,1- 2,0 ºC
400ppm
Tiga Derajat
2,1- 3,0 ºC
450ppm
Empat Derajat
3,1- 4,0 ºC
550ppm
Lima Derajat
4,1- 5,0 ºC
650ppm
Enam Derajat
5,1- 5,8 ºC
800ppm
*Tabel dari hal 279 di Enam Derajat: Masa Depan Kita di Planet yang Semakin Panas




Enam Derajat adalah sebuah tiupan terompet perang, panggilan kepada semua orang akan kondisi bumi kita yang berada pada situasi yang sangat kritis; ini adalah masa terpenting bagi para pemimpin dan tokoh politik untuk mengimplementasikan ketentuan ambang batas untuk mengurangi karbon dan gas dari efek rumah kaca lainnya, seperti metana. Tidak dapat di pungkiri bahwa ulah manusialah yang menyebabkan cepatnya kenaikan perubahan iklim. Kita harus mengubah gaya hidup kita ke arah yang lebih gembira dan lebih sehat  seperti berlaih ke energi yang berkelanjutan dan gaya hidup vegetarian untuk menyelamatkan bumi kita. Kita hanya mempunyai sedikit waktu yang sangat terbatas untuk membuat titik balik. Pemanasan global adalah sebuah realitas dan membutuhkan perhatian semua umat manusia di planet ini. Untuk itu marilah kita segera bertindak untuk menyejukkan bumi kita.
Mars dan Venus Musnah Karena Perubahan Iklim

Mars dan Venus Musnah Karena Perubahan Iklim

 
   Satelit Orbit Pengintai Mars milik Badan Penerbangan dan Antariksa  Nasional AS (NASA) telah mengambil foto-foto yang rinci mengenai permukaan Mars untuk membantu para ilmuwan memahami dengan lebih baik bentangan alamnya dan juga bagaimana iklim planet itu telah berubah dan mempengaruhi topografi permukaannya.
Dari citra paling baru, ilmuwan dapat memberitahu lebih banyak tentang perubahan musiman seperti bagaimana cara es karbon dioksida mencair di daerah kutub. Sebuah lembah dengan tanda bekas gletser di wilayah Deuteronilus Mensae dipercaya terbentuk oleh banjir besar akibat pencairan es.
Terima kasih, para peneliti Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS, atas detail kilasan tentang Mars yang semakin menakjubkan. Semoga pemahaman kita yang meningkat mengenai planet tetangga kita membantu menerangi cara kita memperlakukan dunia dengan lebih baik.
Dalam konferensi video dengan staf Supreme Master Television pada bulan Januari 2009, Maha Guru Ching Hai membagikan pemikiran lebih jauh tentang krisis yang terjadi pada Mars dahulu kala serta menyerukan agar umat manusia mengambil tindakan untuk melindungi Bumi kita.

Mars dulu merupakan tempat yang mempunyai banyak danau
Bukti baru menunjukkan bahwa permukaan Mars dulunya lebih hangat dan lebih lembab, dengan danau-danau yang kini telah menguap.
Bapak M. Ramy El Maarry dari Institut Max Planck untuk Penelitian Sistem Tata Surya mempresentasikan temuan pada Kongres Pengetahuan Planet Eropa akhir-akhir ini menunjukkan gambar-gambar celah yang kering pada permukaan Mars.
Celah ini dalam bentuk poligon, menyerupai bentuk yang didapatkan pada Bumi setelah sebuah danau mengering dan terlalu luas yang disebabkan oleh pertambahan suhu panas. Dengan bukti yang menunjukkan bahwa sekitar 4 miliar tahun yang lalu Mars diliputi oleh sejumlah banyak air, Bpk. El Maarry menyatakan bahwa daya cairan yang menguap dapat menyebabkan gambaran yang kering dalam skala yang diamati pada saat ini.
Selama konferensi video Januari 2009 dengan para staf Supreme Master Television di Kalifornia, AS, Maha Guru Ching Hai menyarankan agar kita menggunakan pengetahuan Mars supaya dapat mengambil langkah yang lebih baik di Bumi.
Maha Guru Ching Hai: Mereka telah menemukan bahwa seluruh Mars tandus dan tidak dapat ditinggali, tapi mereka juga menemukan bahwa setelah lama berselang, Mars pernah ada air. Ada air berarti dapat mendukung kehidupan. Jadi dari Mars, kita dapat belajar untuk mencegah bencana seperti itu, yang mungkin belum pernah terjadi di planet kita. Jangan lupa bahwa kita telah mempunyai rumah yang indah di sini untuk diri kita dan anak-anak kita, dan rumah ini memberi kepada kita banyak hal, amat banyak. Begitu banyak kesenangan, begitu banyak keindahan, begitu banyak kasih. Jadi, kita harus melindungi tempat indah yang kita sebut Bumi ini, karena rumah ini bukan hanya untuk kita saja, tetapi juga untuk banyak spesies lainnya; untuk lingkungan, flora dan fauna yang indah. Yang harus kita lakukan hanyalah menjadi vegetarian. Tak ada hal lainnya yang benar-benar penting lagi. Hanya bervegetarian, lalu Anda dapat selamatkan Bumi dalam semalam, hanya seperti itu!

Sebuah danau kuno dan kilat ditemukan di Mars
Ilmuwan AS yang dipimpin oleh Rekan Sejawat Riset Gaetano Di Achille telah menemukan bukti meyakinkan tentang garis pantai yang tampak sebagai danau seluas 80 mil persegi yang dahulu sedalam 1.500 kaki yang  terbentuk sekitar 3,4 miliar tahun yang lalu. Bapak Di Achille berkata bahwa fitur tertentu menunjukkan bahwa danau tersebut menguap atau membeku setelah esnya lenyap selama masa perubahan iklim secara tiba-tiba. Peneliti AS yang lain juga telah menemukan bukti langsung dari pelepasan listrik kering selama badai debu di Mars, yang mempengaruhi kimia atmosfer tersebut, daya huni, dan mungkin menjelaskan bagaimana kehidupan dimulai di planet tersebut.

Semakin banyak pengetahuan tentang Mars
Baru-baru ini, gambar 3D dari radar Kantor Luar Angkasa Italia bersama dengan Orbit Pengintai Mars Administrasi Luar Angkasa dan Penerbangan Nasional AS (NASA) telah mengungkap lebih tentang lapisan es kutub utara dari planet itu. Hal ini menunjukkan pola lapisan yang beraturan sesuai dengan model teori dari perubahan iklim masa lalu, dengan pergeseran pada area seperti pusat geografi dari endapan es selama lebih dari beberapa juta tahun lalu.
Pengorbit juga telah menemukan air beku dalam lima kawah meteor dimana para ilmuwan sangat terkejut menemukan bahwa 99 persen es murni terletak di bawah pemukaan planet. Bukti ini menunjukkan bukti bahwa ada jumlah lapisan es yang besar dan ini menunjukkan pernah terjadinya periode iklim yang lembab di masa lampau.
Selama konferensi video bulan Januari 2009 dengan staf Supreme Master Television, Maha Guru Ching Hai memberikan pandangannya lebih lanjut tentang bagaimana dapat mencegah bencana pemanasan global yang juga pernah terjadi di Mars.
Maha Guru Ching Hai: Dalam dua bulan, sekitar 90% makhluk di Mars telah dimusnahkan. Lalu hanya 0,2 % yang selamat, karena mereka pergi ke bawah tanah dan tinggal dalam gua-gua  dan tinggal di dekat air bawah tanah yang belum tercemar. Tidaklah menyenangkan tinggal di bawah tanah, saya beritahu kalian. Hanya ketika terpaksa melakukannya maka mungkin Anda dapat melakukannya. Hanya untuk bertahan hidup. Karena itulah saya meminta orang-orang, “Mohon, bangunlah! Bangun!” Sangat mudah untuk menjadi vegetarian, menjadi vegan. Sangat mudah untuk membiarkan hewan dan makhluk-makhluk lainnya hidup. Sangat mudah untuk hidup dalam damai. Sangat mudah, setiap orang dapat melakukannya. Setiap individu cukup memilih perdamaian dan damai akan tercipta di muka Bumi.
Venus, sebuah kasus tentang pemanasan global
Miliaran tahun lalu, Bumi dan planet tetangganya Venus dan Mars mungkin memiliki banyak kemiripan dimana semua memiliki lautan dan kemungkinan untuk hidup. Namun, karena Venus dekat dengan Matahari maka terjadi penguapan air dalam jumlah yang besar yang disebabkan oleh lebih banyak panas, sejalan dengan ketidakmampuannya untuk menyirkulasi CO2. Hal ini menyebabkan efek rumah kaca intensif yang dapat diamati hingga kini.
Karena kondisi seperti jarak yang lebih jauh dari Matahari dan juga karakteristik atmosfer yang memungkinkan hujan untuk mendaur ulang CO2 kembali ke tanah, maka Bumi dapat bertahan. Tetapi, menurut Dr. Louis Irwin yang mempelajari planet seperti Venus di Universitas Texas di El Paso, AS, manusia sekarang menghambat kemampuan Bumi untuk mengerem akumulasi gas rumah kaca yang berlebihan.
Dr. Louis Irwin – Profesor sains biologi, Universitas Texas di El Paso,  (L): Venus memberitahu kita apa yang terjadi ketika ada terlalu banyak atmosfer. Pertanyaan bagi kita adalah apakah atmosfer Bumi akan tetap dalam jumlah yang benar atau apakah kita akan menghasilkan efek gas rumah kaca yang tak terkendali dengan mengeluarkan terlalu banyak CO2, metana, sebagai gas rumah kaca.
Kita telah memenuhi atmosfer dengan gas rumah kaca terlalu cepat untuk menopang siklus umpan balik alami. Kita ada pada lintasan yang menuju kematian kita, itu pasti.
Kebenaran tentang Venus
Karena kondisi Venus yang dulunya seperti Bumi, para ilmuwan telah lama terpesona oleh adanya kemungkinan hidup di Venus. Dalam wawancara telepon dengan Dr. David Grinspoon, Ilmuwan Antardisiplin dari proyek Venus Express Badan Antariksa Eropa, beliau menyampaikan bahwa atmosfer di Venus pernah mendukung kehidupan.
Dr. David Grinspoon – Ilmuwan Antardisiplin dari proyek Venus Express Badan Antariksa Eropa dari Museum Alam dan Sains Denver AS: Apakah pernah ada kehidupan hewan di Venus? Saya ingin mengatakan bahwa jawabannya ya. Kami sungguh tidak tahu berapa lama kehidupan pernah ada di Venus sebelum perubahan iklim yang ekstrem seperti yang kita lihat hari ini membuat hidup kita menderita.

50% Penduduk Indonesia Alami Kelaparan Tersembunyi

   Masalah gizi sangat terkait dengan kemiskinan dan kelaparan dengan indikator antara lain prevalensi gizi kurang pada balita dan proporsi penduduk yang mengkonsumsi energi di bawah angka kecukupan gizi. Pada keluarga miskin, kelompok umur yang paling rawan terhadap masalah kesehatan dan gizi adalah ibu dan anak yang akan berdampak ke generasi berikutnya.
50% Penduduk Indonesia Alami Kelaparan Tersembunyi, hal itu dikemukakan Menteri Kesehatan DR.dr. Siti Fadillah Supari,SpJP(K) saat Konferensi Pers Regional Ministerial Consultation on Maternal and Child Nutrition in Asian Countries.

Harga komoditi pangan seperti jagung dan kedelai di pasar global naik setidaknya 60%. Kenaikan harga jual produk pakan unggas masih akan terjadi karena kecenderungan harga bahan baku yang terus naik. Guna memenuhi kebutuhan untuk konsumsi domestik, Indonesia mengimpor jagung 1,6 juta ton pada 2006 untuk makanan ternak.

Sungguh ironis jika kita memberi jagung kepada ternak sedangkan manusia sendiri kelaparan, sungguh egois jika kita memboroskan hasil pangan dunia hanya untuk sepotong daging. Kita dapat memenuhi gizi dari hasil panen yang dapat dimakan langsung daripada memutarnya dulu ke perut ternak. Tetapi sayangnya banyak dari kita yang tidak mau meninggalkan sepotong daging hanya karena ketidaktahuan kita tentang informasi dari dampak produksi daging terhadap segala aspek, termasuk kebangkrutan ekonomi dunia, perang, dan kelaparan dunia.


Sungguh kita sangat egois! Nova Maulana (2) dilaporkan menderita busung lapar Anak dari pasangan Wito Parjo-Sulami, seorang buruh tani miskin yang tinggal di dukuh Ringindadi RT 04 RW 5 Jenggrik, Kedawung, Sragen. Pendekatan ‘sistem energi’ akan mengarahkan kita ke penyediaan protein nabati (ramah lingkungan, hemat energi, bebas kekejaman) untuk mengatasi masalah kekurangan gizi daripada protein hewani. Sebuah gambaran generasi masa depan yang rentan penyakit, karena makanan mereka justru diberikan ke ternak untuk dikonsumsi sesama mereka yang lebih kaya. Ternak di Amerika saja mengkonsumsi bahan pangan yang dapat mengenyangkan 1,3 miliar manusia. (Foto berasal dari www.tempointeraktif.com yang terpasang di infoindonesia.wordpress.com; 23/8/8)
Kegemukan menyerang 10% anakanak di dunia, dan tidak hanya di negara maju. Obesitas meningkatkan risiko anak-anak terkena diabetes tipe 2, serangan jantung, stroke, dan kanker.
(Obesitas dikalangan Anak-anak Semakin Meresahkanâ Kompas, 20 April 2005. www2.kompas.com/kesehatan/news/0504/20/104858.htm; 23/8/8) 
review.blogspot.com; 26/8/8)
Sekedar gambaran generasi masa depan yang rentan penyakit karena terlalu banyak makan daging dari industri peternakan. Setiap pemakan daging membutuhkan tanah 20 kali lebih luas dibanding seorang vegan. (www.eatveg.com; 30/8/8



Konsumsi Daging Penyebab Utama Kelaparan Dunia
FAO: 1,02 Miliar Penduduk Dunia Kelaparan
- 1 dari 6 Orang Di dunia ini Kelaparan
- Setiap 3 detik, satu orang anak di dunia meninggal karena kelaparan
- Pada negara-negara dunia ketiga, 1 dari 10 bayi meninggal sebelum ulang tahun mereka yang pertama
- Di Inggris, mereka setiap tahun memberi makan ternak dalam jumlah yang cukup untuk memberi makan 250.000.000 orang
- Inggris mengimpor gandum yang setara dengan £46.000.000 dari negara-negara dunia ketiga sebagai pakan untuk ternak
-
20 orang yang bervegetarian dapat hidup dari hasil lahan yang setara dengan satu orang pemakan daging saja
- Seandainya orang Amerika mengurangi konsumsi daging mereka hingga 10%, hal itu dapat menghemat 12.000.000 ton padi-padian yang cukup untuk memberi makan 60.000.000 orang (jumlah penduduk Britania Raya)
-
Seandainya semua orang Amerika menjadi vegetarian, maka hal itu akan menghemat padi-padian yang dapat memberi makan 600.000.000 orang  (jumlah penduduk India)
Sumber: http://matanews.com/2009/06/23/102-miliar-penduduk-dunia-kelaparan

Pernahkah Anda Melihat Orang Makan Tanah?


Apa Penyebab Utama Kelaparan Dunia?

1/3hasil panen gandum dunia dan lebih dari 90% kacang kedelai digunakan untuk pakan ternak, meskipun hal itu sebenarnya tidak efisien. Biji-bijian yang saat ini dimakan hewan ternak cukup untuk memberi 2 miliar makan orang.

 
Diperlukan 10 kg pakan ternak untuk memproduksi 1 kg daging sapi
4 hingga 5,5 kg biji-bijian untuk menghasilkan 1 kg daging babi
2,1 hingga 3 kg biji-bijian untuk menghasilkan 1 kg daging unggas


Sumber: FAO, 2006; CAST 1999; B. Parmentier, 2007


Akibat Tragis Makan Daging
Penelitian telah menunjukkan bahwa makan daging dapat menyebabkan beberapa penyakit berikut ini: 
·     Tekanan darah tinggi
·     Penyakit jantung
·     Diabetes
·     Stroke
·     Penyakit parkinson
·     Kanker kandung kemih
·     Kanker usus besar
·     Kanker prostat dan indung telur
·     Kanker paru-paru, kulit, dan ginjal
·     Kanker payudara
·     Penyakit lidah biru
·     E coli

·     Salmonella (lebih dari 2.300 jenis yang mungkin)
·     Flu burung
·     Penyakit sapi gila (Bovine Spongiform Encephalopathy)
·     Penyakit babi (PMWS)
·     Keracunan kerang-kerangan
·     Listeriosis
·     Pre-eclampsia
·     Campylobacter
 PLUS LAINNYA...
BEBERAPA KERUGIAN AKIBAT MAKAN DAGING:
PENYAKIT JANTUNG
·     Lebih dari 17 juta jiwa melayang setiap tahun di seluruh dunia
·     Biaya penyakit kardiovaskular paling sedikit 1 triliun dolar AS per tahun
KANKER
·     Lebih dari 1 juta penderita baru kanker usus besar didiagnosis setiap tahunnya
·     Lebih dari 600.000 orang mati karena kanker usus besar setiap tahunnya
·     Di Amerika Serikat saja, pengobatan kanker usus besar menelan biaya sekitar 6,5 miliar dolar AS
·     Jutaan orang didiagnosis sebagai penderita baru kanker yang berhubungan dengan konsumsi daging setiap tahunnya
DIABETES
·     246 juta orang terkena penyakit ini di seluruh dunia
·     Kira-kira 174 miliar dolar AS dihabiskan untuk pengobatan setiap tahunnya
KEGEMUKAN
·     1,6 miliar orang dewasa di dunia kelebihan berat badan, dengan 400 juta orang lebih sangat gemuk
·     Menelan biaya 93 miliar dolar AS setiap tahunnya untuk biaya medis di Amerika Serikat saja
·     Sedikitnya 2,6 juta orang meninggal setiap tahun akibat masalah yang berkaitan dengan kelebihan berat badan atau kegemukan
LINGKUNGAN
·     Menggunakan sekitar 70% air bersih dunia
·     Mencemari sebagian besar daerah aliran air
·     Menebangi paru-paru Bumi
·     Menghabiskan 90% gandum di dunia
·     Menyebabkan kelaparan dunia dan perang
·     80% penyebab pemanasan global
PLUS LAINNYA…
Beberapa Kerugian Dari Konsumsi Susu:
·     Kanker payudara, prostat, dan testis akibat dari hormon yang dikandung susu
·     Listeria dan penyakit Crohn
·     Hormon dan lemak jenuh menjurus kepada osteoporosis, kegemukan, diabetes, dan serangan jantung
·     Terkait dengan jumlah sklerosis ganda yang lebih tinggi
·     Digolongkan sebagai alergen (penyebab alergi) utama
Intoleransi laktosa

 PLUS LAINNYA …

 


Beberapa Manfaat Diet Vegetarian:
·     Tekanan darah lebih rendah
·     Tingkat kolesterol lebih rendah
·     Mengurangi diabetes Tipe 2
·     Mencegah penyakit stroke
·     Mengurangi atherosklerosis
·     Mengurangi 50% risiko penyakit jantung
·     Mengurangi 80% risiko operasi jantung
·     Mencegah segala jenis kanker
·     Sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat
·     Menaikkan harapan hidup hingga 15 tahun
·     IQ yang lebih tinggi
"Saya vegetarian ~ Albert Einstein." Untuk informasi tokoh-tokoh terkemuka lain di dunia yang vegetarian, silakan klik ini. Untuk informasi mengenai kaitan antara IQ dan vegetarian, klik University of Southampton dan BBC News.
Menghemat hingga 70% air bersih dunia
Menyelamatkan hingga 70% hutan hujan Amazon dari pembabatan hutan untuk lahan merumput ternak
Solusi atas kelaparan dunia:
·     Menyelamatkan sekitar 3.433 juta hektar lahan setiap tahunnya
·     Menghemat 760 juta ton biji-bijian setiap tahunnya (separuh dari suplai biji-bijian dunia)
Bahan bakar yang dipakai 2/3 kali lebih sedikit daripada bahan bakar yang digunakan untuk produksi daging
Mengurangi polusi dari kotoran hewan ternak
Memelihara udara tetap bersih
Menekan 4,5 ton emisi
gas rumah kaca per rumah tangga AS setiap tahunnya
Menghentikan 80%
pemanasan global
PLUS LAINNYA…

 

Dampak Perubahan Iklim




Laporan “Stern Review on the Economics of Climate Change6 merupakan laporan terbesar dan paling banyak diketahui serta didiskusikan di seluruh dunia. Laporan setebal 700 halaman ini disusun oleh Sir Nicholas Stern, Kepala Badan Ekonomi Pemerintah Inggris, dan menjabarkan berbagai dampak pemanasan global menurut kenaikan suhu udara setiap 1 derajatnya. Berikut ini sedikit ulasannya.
 

Suhu Udara Naik 1 ºC
  • Beberapa gletser kecil di Andes menghilang seluruhnya dan mengancam persediaan air bagi 50 juta orang
  • Kenaikan moderat hasil panen sereal di wilayah beriklim sedang
  • Setidaknya 300.000 orang setiap tahunnya meninggal karena penyakit akibat perubahan iklim (terutama diare, malaria, dan kekurangan gizi), akan tetapi ada pengurangan angka kematian pada saat musim dingin di wilayah yang lebih tinggi (Eropa Utara, AS)
  • Lapisan es di belahan bumi utara mencair dan menyebabkan kerusakan jalan-jalan dan bangunan-bangunan di sebagian Kanada dan Rusia
  • Setidaknya 10% spesies darat akan punah, 80% terumbu karang rusak, termasuk Terumbu Karang Great Barrier terbesar di dunia yang terletak di timur laut Australia
  • Arus Teluk melemah
Suhu Udara Naik 2 ºC
  • Air menyusut sebesar 20–30% di beberapa wilayah yang rentan, seperti Afrika bagian Selatan dan Mediterania
  • Hasil panen merosot tajam di wilayah-wilayah tropis (5-10% di Afrika)
  • 40-60 juta lebih orang menderita malaria di Afrika
  • Sekitar 10 juta orang lebih menderita banjir setiap tahunnya
  • 15-40% spesies terancam punah; spesies Kutub Utara, misal beruang kutub dan karibau, kemungkinan besar bisa punah
  • Lapisan es Greenland mulai mencair tak terkendali
Suhu Udara Naik 3 ºC
  • Di Eropa Selatan, kekeringan hebat terjadi sekali setiap 10 tahun; 1-4 miliar orang lebih menderita kekurangan air, sementara 1-5 miliar orang di tempat lain menderita banjir
  • 150-550 juta orang kelaparan
  • 1-3 juta orang lebih mati karena kekurangan gizi; penyakit seperti malaria tersebar luas ke wilayah-wilayah baru
  • 1-170 juta lebih orang di pesisir pantai menderita banjir
  • 20-50% spesies terancam punah, termasuk di sini, 25-60% mamalia, 30-40% burung, dan 15-70% kupu-kupu di Afrika Selatan; hancurnya Hutan Amazon
  • Bencana akibat cuaca yang berubah semakin meningkat, runtuhnya Lapisan Es Antartika Barat
Suhu Udara Naik 4 ºC
  • Persediaan air menyusut 30-50% di Afrika bagian Selatan dan Mediterania
  • Suhu udara yang bertambah panas menyebabkan lenyapnya gletser-gletser Himalaya dan mempengaruhi jutaan orang di China dan India
  • Panen merosot 15-35% di Afrika dan di seluruh lumbung produksi pangan dunia (misalnya di sebagian Australia)
  • 80 juta orang lebih menderita malaria di Afrika
  •  7-300 juta orang lebih di pesisir pantai menderita banjir setiap tahunnya.
  • Lenyapnya separuh wilayah tundra di Kutub Utara; hutan hujan Amazon mati; menyusutnya lapisan es menyebabkan naiknya air laut setinggi 7 meter
Suhu Udara Naik Di Atas 5 ºC
Bukti terbaru menunjukkan bahwa rata-rata suhu Bumi akan naik lebih dari 5 atau 6ºC bila emisi gas rumah kaca terus bertambah dan menimbulkan bahaya besar pelepasan karbon dioksida dari permukaan tanah dan pelepasan metana dari lapisan es di Kutub Utara maupun dari dasar laut. Kenaikan suhu udara global ini akan setara dengan pemanasan global yang pernah terjadi pada Zaman Es terakhir dan, bila suhu Bumi sampai memanas 6ºC, dampaknya di luar perkiraan manusia. Kiamatkah? Silakan Anda sendiri yang menjawabnya.

Kategori

Kategori