Sampel tanah yang dianalisis dari area di mana wahana Mars Spirit berhenti pada April 2009 telah mengidentifikasi sejumlah mineral yang meliputi hematit, silika, gipsum, dan feri sulfat. Para ilmuwan Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) percaya bahwa substansi ini muncul ketika cairan dari pencairan salju merembes melalui permukaan dan membawa mineral itu turun beberapa lapis ke bawah kerak Mars. Tanah ini dapat memberikan petunjuk pada area lainnya di Mars, yang juga mungkin mengandung air.
Selain itu, para ilmuwan pernah berpikir bahwa air terbentuk miliaran tahun yang lalu di planet merah ini. Temuan ini, bagaimanapun juga merupakan tanda bahwa cairan itu mungkin telah terbentuk dalam beberapa ratus ribu tahun yang lalu.
Sungguh temuan menarik, para ilmuwan Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional! Kami ingin segera mendengar lebih jauh tentang asal usul dan evolusi kehidupan di planet tetangga kita.
Pada konferensi video April 2009 di Korea Selatan, Maha Guru Ching Hai mengingatkan bahwa pemahaman lebih jauh akan evolusi Mars dapat bermanfaat dalam mendorong umat manusia mengurus lebih baik Bumi kita yang terancam dan semua kehidupan yang ditopangnya.
Sekitar sepertiga wilayah planet mars diperkirakan adalah lautan ketika 3,5 miliar tahun yang lalu. Hal itu diungkapkan para peneliti dari University of Colorado, Amerika Serikat.
Para peneliti menganalisa sejumlah data-data yang menunjukkan bukti adanya laut. Mereka menganalisa fitur air termasuk nilai dari deposit delta dan ribuan jalur lembah sungai untuk menguji adanya samudra pada masa awal pembentukan Mars.
Xinhua, Selasa (15/6/2010), para peneliti menganalisa dengan menggunakan sistem informasi geografi (GIS) untuk memetakan kondisi geografis di Mars. kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa sekira 36 persen wilayah planet tersebut merupakan wilayah perairan dengan jumlah sekira 30 juta mil kubik atau sekira 124 juta kilometer kubik air.
Jumlah debit air di masa mars kuno terbentuk hingga ketinggian sekira 1.800 kaki atau 550 meter. Namun, lautan di Mars kuno masih jauh dari jumlah wilayah perairan di bumi. Wajar saja mengingat mars memang berukuran lebih kecil dibandingkan bumi.
Hasil penemuan yang dipublikasikan di jurnal Nature GeoScience ini Laut ini juga menemukan bahwa mars memiliki sekira 52 delta sungai yang masing-masing terdiri atas beberapa lembah.
'Ketika laut di Bumi mulai terbentuk, delta dan danau di bumi berfungsi sebagai pelindung habitat laut, kemungkinan nantinya kami akan mempelajari kemungkinan adanya kehidupan di planet tersebut,' kata seorang peneliti Dr Gaetano Di- Achille
Sekitar sepertiga wilayah planet mars diperkirakan adalah lautan ketika 3,5 miliar tahun yang lalu. Hal itu diungkapkan para peneliti dari University of Colorado, Amerika Serikat.
Para peneliti menganalisa sejumlah data-data yang menunjukkan bukti adanya laut. Mereka menganalisa fitur air termasuk nilai dari deposit delta dan ribuan jalur lembah sungai untuk menguji adanya samudra pada masa awal pembentukan Mars.
Xinhua, Selasa (15/6/2010), para peneliti menganalisa dengan menggunakan sistem informasi geografi (GIS) untuk memetakan kondisi geografis di Mars. kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa sekira 36 persen wilayah planet tersebut merupakan wilayah perairan dengan jumlah sekira 30 juta mil kubik atau sekira 124 juta kilometer kubik air.
Jumlah debit air di masa mars kuno terbentuk hingga ketinggian sekira 1.800 kaki atau 550 meter. Namun, lautan di Mars kuno masih jauh dari jumlah wilayah perairan di bumi. Wajar saja mengingat mars memang berukuran lebih kecil dibandingkan bumi.
Hasil penemuan yang dipublikasikan di jurnal Nature GeoScience ini Laut ini juga menemukan bahwa mars memiliki sekira 52 delta sungai yang masing-masing terdiri atas beberapa lembah.
'Ketika laut di Bumi mulai terbentuk, delta dan danau di bumi berfungsi sebagai pelindung habitat laut, kemungkinan nantinya kami akan mempelajari kemungkinan adanya kehidupan di planet tersebut,' kata seorang peneliti Dr Gaetano Di- Achille
.

