Lepasnya metana secara cepat ke dalam atmosfer Bumi 635 juta tahun lalu menyebabkan pemanasan global menjadi tak terkendali, dan kemungkinan bisa terjadi tak lama lagi, demikian bunyi satu laporan penelitian terbaru.
Penelitian itu, yang dimuat dalam edisi minggu ini di Nature, memberikan wawasan akan apa yang mungkin akan terjadi pada atmosfer Bumi ini bila endapan metana yang membeku di Kanada, Siberia, dan Alaska mulai mencair.
Selama periode Cryogeian (850-635 juta tahun lalu), seluruh Bumi betul-betul beku diliputi es, dengan gletser-gletser yang tersebar masuk ke wilayah tropis dan kemungkinan mencapai wilayah ekuator. Era ini dikenal juga sebagai era ‘bola salju Bumi’.
Es yang menutupi planet ini membentuk kulit putih yang cemerlang yang memantulkan sinar matahari dan mencegah permukaan Bumi menjadi panas. Tetapi setelah 155 juta tahun membeku, bumi bertambah panas secara dramatis.
Bagaimana itu bisa terjadi masih menjadi perdebatan sengit, meskipun semuanya setuju bahwa peristiwa itu mengubah sistem iklim dan kimia laut di planet ini selamanya.
Para ilmuwan sekarang menunjuk pada klathrat metana. Endapan es metana ini terbentuk di bawah lapisan es pada suhu dan tekanan tertentu.
Lingkaran Setan
Para peneliti ini, di antaranya ahli geologi Australia Profesor Emeritus Chris von der Borch dari Flinders University, percaya bahwa pada akhir periode Cryogeian, lapisan es yang menutupi Bumi menjadi tidak stabil, dimana ia lalu melepaskan tekanan yang ada pada klathrat.
Sewaktu klathrat mulai menguap, terlepaslah metana, yang menangkap panas matahari lebih banyak dan memanaskan planet. Proses ini lalu mencairkan makin banyak klathrat, mengompori pemanasan global lebih jauh, dan akibatnya menciptakan lingkaran setan.
Jumlah metana diperkirakan luar biasa banyaknya, 30 kali lebih kuat menangkap panas matahari daripada CO2.
Martin Kennedy, seorang ahli geologi dari University of California Riverside yang mengetuai penelitian itu, mengatakan bahwa bukti pencairan cepat itu berasal dari ratusan sampel sedimen laut yang diambil di Australia Selatan.
Analisis isotop oksigen di dalam sedimen menunjukkan bukti lapisan es yang mencair dan ketidakseimbangan klathrat akibat es yang mencair.
Kennedy mengatakan temuan ini ada kaitannya dengan umpan balik positif yang sangat ditakuti saat ini.
Kutub Utara yang Menggelisahkan
“Satu cara untuk melihat pengaruh manusia saat ini pada pemanasan global adalah kita sedang melakukan eksperimen berskala global pada sistem iklim di Bumi ini,” ujar Kennedy.
“Kita sedang menyaksikan laju pemanasan global yang belum pernah terjadi sebelumnya, dengan pengetahuan yang sedikit atau bahkan tidak ada mengenai ketidakstabilan apa yang tengah menunggu di dalam sistem iklim dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi kehidupan di bumi.”
Mencairnya klathrat yang membeku di wilayah Kutub Utara dapat melepaskan miliaran ton metana ke dalam atmosfer.
Yang menggelisahkan adalah hal itu dapat sedikit saja menaikkan suhu udara yang dapat memulai melepaskan gas tersebut, yang akan memicu siklus pemanasan global yang tak dapat dihentikan.
Bila akhir bola salju Bumi menjadi patokannya, umpan balik positif, “begitu dimulai, mengubah iklim ke tingkat yang betul-betul berbeda,” imbuhnya.
Sumber: abc.net.au

